Terawan oh Terawan


Siapa sih yang ga tau dokter Terawan?

Dokter yang satu ini lagi naik daun gara gara teknik pengobatan "dewa" yang katanya bisa menyembuhkan banyak orang. Ga main main, dokter Terawan pelanggannya bukan cuma kelas ringan doang, tapi juga bos bos berbatik yang seringkali kita lihat di layar televisi. Kalau mereka berfoto, hmm mirip kalo partai partai lagi berkoalisi deh.

Jadi apa sih masalahnya?
Saat ini dr. Terawan sedang tarung serius dengan bos bos IDI. Surat pencabutan ijin praktek dr Terawan jadi senjata andalan IDI, sedangkan di kubu Terawan backup pejabat negara dan netijen terus membludak. Taggar save dr Terawan jadi salah satu trending topic terpopuler di Nusantara. Ya wajar saja taggar in terus bertambah setiap detiknya, dongkolnya hati masyarakat jadi faktor nomer wahid.

Di mata masyarakat, dokter Terawan saat ini layaknya punggawa perang, eh bukan deng, cocoknya sih jadi malaikat penyelamat. Metode "cuci otak" yang beliau kembangkan disinyalir bisa menyembuhkan banyak pasien stroke. Pasien yang tadinya sudah pasrah dengan kondisinya, bisa tersenyum dan beraktivitas kembali kayak baru sembuh dari penyakit ringan biasa.

Sayangnya, intervensi yang satu ini bikin para dokter di IDI dongkol setengah mati. Dokter terawan pun dipanggil ke mahkamah untuk buka bukaan soal terapi ini. Sayangnya layaknya artis artis papan atas, dokter terawan selalu mangkir di hari H. Alasannya sih ya sibuk, sedang mengurus pasien.

Jadi benang merahnya apa? Dengan pencapaian dokter Terawan setinggi itu kenapa IDI  begitu kesal? apakah IDI iri dan jeles karena dr Terawan begitu terkenal sedangkan dokter lain di Indonesia sedang dipandang sebelah mata oleh masyarakat?  Oh tentu tidak. IDI tentu punya alasan kenapa dokter Terawan harus menghentikan pengobatannya. Jawabannya jelas karena intervensi ini belum terbukti secara ilmiah. TITIK.

Tapikan buktinya sudah ada? toh pasien sehat. Sama seperti ramuan ramuan herbal atau metode pengobatan tradisional lainnya, sebuah terapi yang akan diberikan kepada manusia harus melewati berbagai tahap uji coba ilmiah, mulai dari uji coba lab, hewan, kemudian uji klinis dan pada akhirnya direview kembali pada tahun tahun berikutnya. Yang menguji dan memastikan kebenaran hasil coba tentu saja para peneliti yang ahli dibidangnya,  bukan sekedar testimoni pasien. Metode ini pun harusnya dapat dituangkan dalam bentuk jurnal yang dapat direview dan coba terapkan oleh berbagai klinisi dibelahan dunia.

Sayang disayang, terapi ajaib dr Terawan belum melewati tahap tahap ini. Mirip dengan kejadian jaket kanker terdahulu, yang pada akhirnya hilang begitu saja. Kondisi pasien yang sembuhpun belum tentu disebabkan oleh alat maupun metode ghaib tersebut. bisa saja kondisi pasien memang sedang dalam perbaikan ketika mulai menggunakan metode tersebut, sehingga bias bahwa metode pengobatan tersebut bisa menyembuhkan pun muncul. Ataupun karena sebab lain yang tidak kita ketahui asal muasalnya.

Pasien yang gagal pengobatannya pun kita perlu tinjau jumlahnya. Bayangkan kalau yang sembuh 1 tetapi yang meninggal 100, namun yang tersorot hanya 1 saja. Jika anda tahu info ini apa anda masih akan mencoba pengobatannya? atau justru akan kembali berputar sana sini untuk cari keajaiban lainnya?

Buat penulis, metode pengobatan dr terawan memang luar biasa, dan sangat patut kita apresiasi. Sebuah karya besar anak bangsa dalam bidang kesehatan. Namun alahkah lebih baik kalau semua administrasi dan uji coba klinis dilewati terlebih dahulu. Bukan maksud untuk tutup mata terhadap perkembangan kesehatan terbaru, tapi untuk keselamatan pasien juga. Dengan bukti ilmiah yang kuat diharapkan suatu hari pengobatan ini dapat membantu lebih banyak pasien stroke di dunia.

Akhir kata, saya turut berduka cita dengan kondisi yang dialami dr Terawan, IDI, dan masyarakat Indonesia. Iklim ilmiah yang dipandang sebelah mata di Indonesia jadi akar masalah cuci otak dan jadi kanker. Harapannya ke depan akan muncul punggawa punggawa baru yang dapat memperbaiki kondisi ini, mengembalikan Indonesia ke kejayaannya dan menjadikan Indonesia sebuah negara dengan produktivitas tinggi.

Sekian
-Hampirdokter-

Komentar